Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Selamat Tinggal Duka di (2019)

Gambar
Selamat Tinggal Duka di (2019) Aku memang tidak diberi kemampuan untuk memilih siapa yang akan tetap tinggal, siapa yang akan dibiarkan pergi. Aku tidak diberi kemampaun untuk memilih siapa yang akan menjadi pecinta dan tentu saja memilih untuk tidak punya pembenci. Aku tidak diberi kemampuan untuk mengulang waktu. Tapi, dari ketidakmampuan ini, aku belajar menjadi makhluk yang lebih berani untuk #beranibilangjujur dengan apa yang dirasa; aku belajar   menjadi   baik tanpa membinasakan diri sendiri; aku berani mengambil sikap untuk siap tidak disukai, karena dalam hidup, tidak semua orang mampu menyukai apa yang aku lakukan. Tahun 2019 adalah tahun yang menguras begitu banyak rasa sedih, duka dan luka. Tapi, tanpa ‘mereka’ aku tidak akan pernah tau siapa yang sunggh tulus berinteraksi dan siapa orang yang   berpura-pura. Terimakasih untuk orang yang tetap bertahan untuk membersamai segala duka, kalian luar biasa, kalian akan menjadi sejarah yang akan selalu di...

HEI!

Hei kamu! Kamu yang aku panggil teman Kamu yang aku panggil sahabat kamu yang aku panggil kerabat Kamu yang aku panggil belahan hati Aku ingin hubungan kita ada bukan karena materi, bukan karena uang, bukan karena apa yang kamu lihat dariku. Tapi hubungan kita ada karena ikatan emosional yang ada antara aku dan kamu. Ikatan yang terbangun karena ketulusan antara aku dan kamu. Ikatan yang membangun rasa sayang antara aku dan kamu. Tidak karena hal lain. Karena kamu tahu? Menyakitkan saat ditinggalkan oleh seseorang hanya karena kita sudah tak punya kualitas dari apa yang dia harapkan.

Mencintai Diri Sendiri?

Gambar
Mencintai diri sendiri? Sering ku dengar istilah itu, berterbangan di media sosial. Kadang sering kuucapkan sendiri istilah tersebut, untuk menguatkan diri sendiri juga orang yang kebetulan mendengarnya dari mulutku. Namun, perasaan galau pernah hinggap di bagian atas tubuhku, memberi sebuah pertanyaan yang jawabannya masih aku bingungkan. Apa aku sudah melakukannya dengan benar? Apa aku sudah mencintai diriku sendiri secara sempurna? Sudah mampukah aku berdamai dengan hal-hal yang membuatku merasa ‘kurang’? Sudahkah aku memberi kepercayaan pada diriku sendiri? Terkadang, aku masih sempat terluka oleh hal-hal kecil. Aku masih memberi ruang diri untuk melukai dirinya sendiri dengan cara mengizinkan ‘sampah’ untuk masuk ke dalam pikiran. Terkadang, aku masih ‘mengizinkan’ orang lain untuk mengendalikan kebahagiaanku. Terkadang, aku masih merasa ‘kecil’ saat berhadapan dengan seseorang yang menurutku ‘besar’. Terkadang, aku masih menginginkan untuk menjadi...