Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Sobat Dekat

Gambar
Merasa dekat tidak perlu bercanda dengan merusak mental. Kita masih tetap dekat dengan saling menghargai. Dan akan semakin dekat dengan saling memahami. Terkadang, kita masih belum faham tentang bagaimana dia bersusah payah membangun kepercayaan dirinya, lalu dengan mudah kamu rusak mentalnya hanya dengan dalih “bercanda”. Aku tidak setuju dengan ucapan yang mengatakan bahwa “Sobat dekat itu, udah gak kenal kata ‘Maaf, Tolong dan Terimakasih’.” Bagiku, hubungan yang tidak bisa saling memahami dan menghargai hanya akan memupuk emosi negatif dalam bejana jiwa. Karena faktanya, penyumbang terbesar luka batin seseorang adalah orang-orang terdekat. Jadi, jika kamu adalah orang terdekatku dan bersikukuh untuk percaya apa kata orang tentang definisi sobat itu bla bla bla. Silahkan. Tapi mohon maaf, aku rasa, aku harus berjalan mundur dan keluar dari lingkaran pertama  hidupmu. Aku tidak mau merusak diri sendiri dengan terus bertahan dalam Toxic Relationship . “Tapi kena...

Bapak

  Aku tidak sempat bertanya tentang apa yang kamu rasa, tentang apa yang pernah kamu alami di masa lalu. Mungkin, ada luka yang Bapak simpan lalu bimbang untuk bagaimana mengutarakan dan mengekspresikan luka itu dengan baik. Mungkin, yang Bapak bisa saat itu hanya menyalurkan luka dengan berpikir sedikit egois dan keras kepala, hingga tanpa sadar meneruskan luka tersebut pada sekitar, terkhusus Makhluk yang sebenarnya Bapak kasihi yaitu pasangan dan anak-anak. Aku ingin tahu, seberapa dalam luka itu, Pak? Seandainya aku tidak terlambat tahu, aku ingin menyembuhkan luka itu, dengan satu hal paling indah bernama cinta, yang sebenarnya akupun masih meraba, apa itu cinta? Karena seperti yang Bapak tahu, ‘cinta pertama’ku pernah melukaiku.   Tapi jangan khawatir, aku bisa belajar. Belajar memberi cinta tanpa menginginkan untuk mendapatkan nya kembali. Karena aku tahu, akan ada selalu cinta untuk orang yang tulus mencinta. Sekarang aku paham, selama ini hatimu kosong, keri...

Pertemuan

Selalu ada makna dari setiap pertemuan. Allah selalu Maha Baik. Allah selalu Maha Romantis untuk menegur hamba-Nya. Kenapa tidak? Dia pertemukan aku dengan seorang anak kecil bernama Muna. Dia seorang pemulung. Dari pertemuan tersebut, aku sempat bercakap-cakap ringan. Setidaknya, membantu melepas penatnya dunia dengan tertawa bersama. Dari percakapan itu, aku tahu bahwa Muna orang yang mandiri, kuat, sederhana dan penuh syukur. Kenapa tidak? Dengan nasibnya yang malang menurut kacamata Manusia, dia enggan untuk mengeluh. Dia tetap bersyukur dan menikmati harinya, meski lelah pasti dia rasa, tapi ku lihat tidak ada raut kecewa di wajahnya. Dengan usia yang begitu belia, dia ditempa kehidupan, dipaksa untuk menjadi dewasa sebelum waktunya   dan mandiri. Mungkin, Rabb ingin aku tahu dengan begitu jelas dan nyata , bahwa masih ada orang yang hidupnya tidak seberuntung aku, namun dia tetap kuat dan senang hati untuk berjuang dan bertarung dalam kehidupan. Karena dia tahu, b...