Mahasiswa Post Milenial (diskusi 1)
Berbicara tentang
mahasiswa post milenial, apa sih yang dimaksud post milenial?
Menurut para
ilmuwan, zaman yang sekarang sedang kita lalui adalah masa milenial atau bahasa
gaulnya post milenial. Post milenial itu bisa terhitung dari masuknya tahun
2000 an
Mahasiswa milenial
berarti mahasiswa yang menempati zaman di era 2000 an. Mahasiswa post milenial
punya sebutan lain nih, terkadang orang-orang menyebutnya generasi Z. Dimana
baik muda ataupun tua dimanjakan ... cie dimanjakan.
Akibat seringnya
dimanja-manja, jati diri seorang mahasiswa lambat laun terkikis sedikit-demi
sedikit, berubah menjadi mahasiswa yang hedon (meskipun gak semua ya gays),
budaya literasi dan diskusi sudah tidak diseenangi lagi, sehingga mereka-mereka
ini menjadi lemah akal dan tidak kritis, sikap empati terhadap negara juga
sudah tidak tertanam dalam jiwa. Mereka sedang lupa bahwa mereka adalah agent
of change, mereka sedang lupa bahwa mereka mempunyai misi, mereka sedang lupa
bahwa mereka punya tanggung jawab besar dengan menyandang nama besar MAHASISWA.
Meski tidak dipungkiri, ternyata masih banyak juga Mahasiswa yang prestasinya
cukup memuaskan bahkan sangat memuaskan. Lalu apakabar mereka ?
Melihat betapa
mirisnya Mahasiswa generasi Z ini, muncul sebuah pertanyaan. Apakah bisa
kemudian Mahasiswa Post Milenial kembali menjadi agent of change? Apakah Mahasiswa zaman ini perlu seorang pemimpin yang mengatur pergerakan?
Kira-kira begini nih pendapat
dari beberapa Mahasiswa :
· Pendapat pertama : Mahasiswa
perlu kembali melihat sejarah, supaya mahasiswa dapat menghadapi
masalah-masalah yang dihadapi sesuai dengan visi awal mahasiswa.
· Pendapat kedua : Mahasiswa
perlu aktif memperbaiki hubungan dengan kampus, ketika pihak kampus kurang
memperhatikan aspirasi Mahasiswa
· Pendapat ketiga : Masalah sebenarnya ada di pemerintah, kenapa? Karena pemerintah belum bisa mengapresiasi Mahasiswa ataupun orang-orang yang berbakat secara maksimal. Dan mirisnya potensi mereka malah diperebutkan oleh pihak asing.
· Pendapat keempat : Perlu
dicari tahu dulu nih penyebab degradasi tersebut, dan menurut salah satu
website mengatakan, mahasiswa mengalami degradasi karena pengaruh barat dari
pemahamn kapitalis, yang menyebabkan mahasiswa menjadi hedonis.
· Pendapat kelima : Perlu dipertanyakan
kembali, maksud dari agent of change ini dikarenakan khidmat Mahasiswa kepada
masyarakat atau berharap hanya dengan
demo kepada pemerintah bisa terjadi suatu perubahan?
Karena sebenernya nih usut punya usut, akar dari
permasalahan yang membuat mahasiswa menjadi hedon adalah tentang ideologi. ideologi? Iya Ideologi. Tentang Ideologi macam apa yang dianutnya ... cielah dianut
Loh kok bisa
ideologi?
Dari salah satu
website diceritakan, ideologi dapat dianggap sebagai visi yang kompherensif,
sebagai cara memandang segala sesuatu. Tujuan utama dibalik ideologi adalah
untuk menawarkan perubahan melalui
proses pemikiran normatif, dan manusia membutuhkan ideologi sebagai penunjuk jalan
dan identitas.[1]
Jadi gampangnya, Ideologi adalah cara pandang yang memengaruhi pola pikir dan prilaku seseorang.
Jadi gampangnya, Ideologi adalah cara pandang yang memengaruhi pola pikir dan prilaku seseorang.
Gimana udah
ngertikan?
Jadi pada intinya,
prilaku seseorang itu dipengaruhi oleh ideologi yang dianut dan difahaminya.
Dari penjelasan di atas bakal muncul pertanyaan lagi nih. Btw, udah kayak dora nanya mulu. Hehehe
Lalu ideologi
macam apa dong yang ideal itu?
Jawabannya adalah
ideologi islam, loh kok harus islam? Terus orang-orang atau mahasiswa yang
bukan islam gimana nih?
Tenang ....
tenang, ideologi islam itu selaras dengan perkembangan dan peradaban zaman kok.
Gak percaya?
Buktiin aja sendiri. Jika seorang Mahasiswa
menganut Ideologi Islam, maka rasa hedon akan dunia dan kesenangan yang fana
akan sedikit terfilter. Bayangin jika hal itu terjadi, Mahasiswa dipastikan akan kembali pada jati
diri sebenarnya. Masih gak percaya juga? Silahkan coba sendiri.
(tulisan ini diambil dari hasil diskusi teman mahasiswa senasib - seperjuangan, Ilmu Quran dan Tafsir, pada tangggal 23 April 2018)
hah
BalasHapus