Sobat Dekat
Merasa
dekat tidak perlu bercanda dengan merusak mental. Kita masih tetap dekat dengan
saling menghargai. Dan akan semakin dekat dengan saling memahami.
Terkadang,
kita masih belum faham tentang bagaimana dia bersusah payah membangun
kepercayaan dirinya, lalu dengan mudah kamu rusak mentalnya hanya dengan dalih
“bercanda”.
Aku
tidak setuju dengan ucapan yang mengatakan bahwa “Sobat dekat itu, udah gak
kenal kata ‘Maaf, Tolong dan Terimakasih’.”
Bagiku,
hubungan yang tidak bisa saling memahami dan menghargai hanya akan memupuk emosi
negatif dalam bejana jiwa. Karena faktanya, penyumbang terbesar luka batin
seseorang adalah orang-orang terdekat.
Jadi,
jika kamu adalah orang terdekatku dan bersikukuh untuk percaya apa kata orang
tentang definisi sobat itu bla bla bla. Silahkan. Tapi mohon maaf, aku rasa,
aku harus berjalan mundur dan keluar dari lingkaran pertama hidupmu. Aku tidak mau
merusak diri sendiri dengan terus bertahan dalam Toxic Relationship.
“Tapi
kenapa harus mundur? Bukankah mundur artinya menyerah, dan menyerah artinya
kamu tidak mampu untuk memahami. Bukankah tadi kamu bilang bahwa dalam hubungan
itu adalah saling memahami?”
Sekarang
aku jawab, bukankah dalam hubungan itu saling? Jika hanya salah seorang yang
memahami, apakah hubungan itu sehat? Dan jika intensitas luka yang kamu dapat lebih banyak. Yakin kamu bahagia? Atau
pura-pura bahagia?
Yang harus diingat adalah, tidak menjadi dekat bukan
berarti tidak untuk tidak saling membantu dan menolong. Hanya saja, ada sedikit
perbedaan. Aku tidak bisa menjadikannya tempat ‘pulang’ saat aku merasa lelah,
aku tidak bisa menjadikannya agen FBI
yang mampu menyimpan rahasia, dan aku tidak bisa selepas itu berbagi cerita
tentang bagaimana alur hidupku. Karena apa? Butuh orang yang tepat untuk berada
di posisi itu. Bukankah kamu tidak mau terluka hanya karena berekspektasi
ketika bercerita panjang lebar tentang hidupmu, namun ternyata respon yang diterima tidak sesuai dengan apa yang kamu ekspektasi kan sebelumnya. Padahal,
yang kamu butuh saat itu hanyalah telinga yang dia berikan sepenuhnya,
tanpa dibarengi dengan aktifitas lain, seperti bermain handphone misalnya.

Komentar
Posting Komentar