Pertemuan


Selalu ada makna dari setiap pertemuan.
Allah selalu Maha Baik. Allah selalu Maha Romantis untuk menegur hamba-Nya. Kenapa tidak?
Dia pertemukan aku dengan seorang anak kecil bernama Muna. Dia seorang pemulung.
Dari pertemuan tersebut, aku sempat bercakap-cakap ringan. Setidaknya, membantu melepas penatnya dunia dengan tertawa bersama. Dari percakapan itu, aku tahu bahwa Muna orang yang mandiri, kuat, sederhana dan penuh syukur. Kenapa tidak? Dengan nasibnya yang malang menurut kacamata Manusia, dia enggan untuk mengeluh. Dia tetap bersyukur dan menikmati harinya, meski lelah pasti dia rasa, tapi ku lihat tidak ada raut kecewa di wajahnya.
Dengan usia yang begitu belia, dia ditempa kehidupan, dipaksa untuk menjadi dewasa sebelum waktunya  dan mandiri.
Mungkin, Rabb ingin aku tahu dengan begitu jelas dan nyata , bahwa masih ada orang yang hidupnya tidak seberuntung aku, namun dia tetap kuat dan senang hati untuk berjuang dan bertarung dalam kehidupan. Karena dia tahu, baginya tidak ada waktu untuk berleha-leha. Dia tahu, bahwa dia akan semakin kalah jika dia hanya merespon kehidupan dengan keluhan. Maka satu-satunya cara untuk tidak menjadi seorang pecundang kehidupan adalah dengan berjuang.
Muna sempat berbagi cerita bahwa dia ingin menjadi seorang Dokter Bedah. Lalu ku tanya, “Kamu yakin dengan mimpimu?”
Dia jawab, “Tidak.”
“Kenapa?”
Dia hanya menjawab dengan senyuman dan ucapan, “Gak yakin aja.”
Lalu ku beri tahu dia bahwa hidup seorang sukses bukan tentang seberapa banyak dia punya uang untuk Sekolah, tapi tentang yakin dengan apa yang dia impikan dan memperjuangkan mimpinya dengan 1001 cara yang mungkin jalannya tidak dilewati oleh orang banyak. Maka, pelan tapi pasti dia akan menemukan jalannya untuk bertemu dengan apa yang dia impikan.
Ku tanya kembali, “Sekarang yakin?”
Dia menjawab, “Yakin.”
“Kenapa?”
“Kan Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

***
Begitulah seseorang bercerira padaku, tentang apa yang dia alami hari itu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HEI!

Abstrak